A Morsel of Me

My photo
Someone who talks a lot, yet actually a shy one and might come off as indifferent or even cold at one point. A homebody who likes spending her time binge watching tv series or movies, or reading an emotionally exhausting book, yet always been thrilled with outdoor activities. It's quite contradicting, I know

July 01, 2012

Sedekah



Dalam postingan kali ini saya ingin bercerita satu pengalaman kecil pribadi saya dan satu lagi adalah sebuah cerita legenda.

Well, sesuai dengan judulnya pengalaman ini adalah seputar bersedekah. Bukan, saya tidak akan berceramah panjang lebar tentang manfaat dari sedekah itu sendiri. Karena saya yakin kebanyakan dari kalian semua pasti sudah tahusetidaknya secara umum.
Jadi, pengalaman kecil saya ini sebenarnya terjadi sudah cukup lama, saya tidak ingat itu kapan.
Pada waktu itu saya sedang duduk diruang tv, tiba-tiba ada seorang pengamen di depan pintu rumah saya yang kebetulan ketika itu tidak ditutup. Melihat itu, saya bertanya kepada pengurus rumah apakah ada recehan yang bisa diberikan atau tidak.

Ternyata tidak ada.

Saya sendiri tidak ingat apakah saya punya recehan dan terlalu malas untuk mencari. Tapi entah kenapa, rasanya tidak enak untuk tidak memberi. Akhirnya dengan dorongan sepenuh hati saya coba bangun dan mulai mencari di kamar saya.

Ah, akhirnya saya menemukan uang Rp. 1000,- di kantong celana!

Setelah uang tersebut saya berikan kepada pengamen tadi, saya kembali ke kamar saya dan─saya tidak ingat karena apa─saya membuka laci meja dan ternyata menemukan uang Rp. 2000! Hahaha meskipun nilai nya sangatlah kecil, saya senang. Allah mengembalikan uang yang telah saya berikan kepada pengamen tadi. Tidak sampai situ saja....

Saudara sepupu saya tiba-tiba masuk ke kamar saya dan menyerahkan uang Rp. 10000! Sepupu saya hanya bilang, “Saya baru dapat rezeki, tapi maaf cuma bisa ngasih segini.”

“Gapapa, haha. Ya Allah, makasih ya.” Ucap saya senang.

Demi Allah demi Rasulullah, bukan nilai dari uangnya yang saya dapat secara tiba-tiba disini yang saya hitung, bukan nilainya pula yang membuat saya merasa senang dan mengucap syukur tiada henti. Tapi adalah betapa sayangnya dan murahnya Allah SWT kepada hamba-Nya yang nilainya begitu amat berharga bagi saya. Allah menggantinya dengan berkali-kali lipat dan dalam waktu begitu singkat yang bahkan tidak saya bayangkan sebelumnya.

Ini adalah contoh kecil yang sampai sekarang, dan nanti akan selalu saya ingat. Bukti lain bahwa Allah SWT selalu melihat, bahwa Allah SWT maha pengasih, penyayang, lagi pemurah. Bukti nyata bahwa sedekah tulus yang kita berikan PASTI diganti bahkan dilipat gandakan. Semuanya hanya masalah waktu. Cepat atau lambat. Saya percaya, hukum seperti ini adalah mutlak.

***

Selanjutnya adalah sebuah cerita yang pernah saya baca di salah satu buku agama di rumah. Ini juga cerita yang duluuuu sekali saya baca. Mungkin ketika saya masih duduk dibangku SD.

Ada sebuah keluarga miskin disuatu desa. Pada suatu hari, rumah mereka kedatangan seorang pengemis. Mereka tidak tega terhadap pengemis yang keadaannya terlalu menyedihkan itu. Jadi mereka memberika 4 butir telur terakhir yang mereka punya kepada si pengemis. Setelah menerima telur ini, si pengemispun  pergi dengan wajah bahagia dan keluarga miskin ini memutuskan berpuasa dihari itu. Tiba-tiba datanglah seorang saudagar kaya yang berniat untuk bersedekah kepada mereka. Saudagar kaya ini memberikan  mereka 40 butir telur! Betapa bahagianya keluarga ini. Kemudian mereka mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa atas limpahan rahmat-Nya. Beberapa saat kemudian, mereka baru menyadari, bahwa 10 dari 40 butir telur ini busuk. Lalu sang Ibu pun tersadar akan satu hal, 1 dari  4 butir telur yang mereka berikan kepada si pengemis tadi busuk. Subhanallah, maha suci  Allah atas segala kebesaran dan keadilan-Nya.

Terlepas dari cerita ini nyata atau hanya dongeng, saya memaknai 1 hal berharga yang tersirat didalam sini.  Allah SWT maha adil lagi maha pemurah kepada tiap-tiap hamba-Nya.

Sampai detik ini, saya masih mengingat jelas 2 cerita diatas. Dan akan selalu saya ingat.

Mohon maaf apabila ada salah kata. Saya hanya membagi cerita yang semoga membuat pembaca mendapat pesan tersirat dalam post yang saya tulis kali ini. Dan semoga tiap-tiap dari kita untuk tidak pernah lupa mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki dan limpahan rahmat-Nya.

Closing statement dari saya:
Tiap-tiap hal kecil yang kita dapatkan setiap harinya adalah rahmat yang diberikan oleh Tuhan. Bahkan salah satu dari hal kecil yang sudah sepatutnya kita syukuri tiap detiknya adalah, kenyataan bahwa kita diberikan oksigen secara gratis, cuma-cuma, tanpa dipungut biaya, dan menghirupnya dengan bebas sepuas-puasnya. Dalam hal ini, kenyataan bahwa kita masih hidup dan melihat dunia serta mendengar berbagai suara disekitar kita.

Thanks for reading,

No comments:

Post a Comment