Dalam postingan kali ini saya ingin bercerita satu
pengalaman kecil pribadi saya dan satu lagi adalah sebuah cerita legenda.
Well, sesuai dengan judulnya pengalaman ini adalah seputar
bersedekah. Bukan, saya tidak akan berceramah panjang lebar tentang manfaat
dari sedekah itu sendiri. Karena saya yakin kebanyakan dari kalian semua pasti
sudah tahu─setidaknya
secara umum.
Jadi, pengalaman kecil saya ini sebenarnya terjadi sudah cukup lama,
saya tidak ingat itu kapan.
Pada waktu itu saya sedang duduk diruang tv, tiba-tiba ada seorang
pengamen di depan pintu rumah saya yang kebetulan ketika itu tidak ditutup.
Melihat itu, saya bertanya kepada pengurus rumah apakah ada recehan yang bisa
diberikan atau tidak.
Ternyata tidak ada.
Saya sendiri tidak ingat apakah saya punya recehan dan terlalu malas
untuk mencari. Tapi entah kenapa, rasanya tidak enak untuk tidak memberi.
Akhirnya dengan dorongan sepenuh hati saya coba bangun dan mulai mencari di
kamar saya.
Ah, akhirnya saya menemukan uang Rp. 1000,- di kantong celana!
Setelah uang tersebut saya berikan kepada pengamen tadi, saya kembali
ke kamar saya dan─saya tidak ingat karena apa─saya membuka laci meja dan ternyata
menemukan uang Rp. 2000! Hahaha meskipun nilai nya sangatlah kecil, saya
senang. Allah mengembalikan uang yang telah saya berikan kepada pengamen tadi.
Tidak sampai situ saja....
Saudara
sepupu saya tiba-tiba masuk ke kamar saya dan menyerahkan uang Rp. 10000!
Sepupu saya hanya bilang, “Saya baru dapat rezeki, tapi maaf cuma bisa ngasih segini.”
“Gapapa,
haha. Ya Allah, makasih ya.” Ucap saya senang.
Demi
Allah demi Rasulullah, bukan nilai dari uangnya yang saya dapat secara
tiba-tiba disini yang saya hitung, bukan nilainya pula yang membuat saya merasa
senang dan mengucap syukur tiada henti. Tapi adalah betapa sayangnya dan murahnya Allah SWT kepada hamba-Nya yang
nilainya begitu amat berharga bagi saya. Allah
menggantinya dengan berkali-kali lipat dan dalam waktu begitu singkat yang
bahkan tidak saya bayangkan sebelumnya.
Ini
adalah contoh kecil yang sampai sekarang, dan nanti akan selalu saya ingat.
Bukti lain bahwa Allah SWT selalu melihat, bahwa Allah SWT maha pengasih,
penyayang, lagi pemurah. Bukti nyata bahwa sedekah tulus yang kita berikan
PASTI diganti bahkan dilipat gandakan. Semuanya hanya masalah waktu. Cepat atau
lambat. Saya percaya, hukum seperti ini adalah mutlak.
***
Selanjutnya
adalah sebuah cerita yang pernah saya baca di salah satu buku agama di rumah.
Ini juga cerita yang duluuuu sekali saya baca. Mungkin ketika saya masih duduk
dibangku SD.
Ada sebuah keluarga miskin disuatu
desa. Pada suatu hari, rumah mereka kedatangan seorang pengemis. Mereka tidak
tega terhadap pengemis yang keadaannya terlalu menyedihkan itu. Jadi mereka
memberika 4 butir telur terakhir yang mereka punya kepada si pengemis. Setelah
menerima telur ini, si pengemispun pergi
dengan wajah bahagia dan keluarga miskin ini memutuskan berpuasa dihari itu.
Tiba-tiba datanglah seorang saudagar kaya yang berniat untuk bersedekah kepada
mereka. Saudagar kaya ini memberikan
mereka 40 butir telur! Betapa bahagianya keluarga ini. Kemudian mereka
mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa atas limpahan rahmat-Nya. Beberapa saat
kemudian, mereka baru menyadari, bahwa 10 dari 40 butir telur ini busuk. Lalu
sang Ibu pun tersadar akan satu hal, 1 dari
4 butir telur yang mereka berikan kepada si pengemis tadi busuk.
Subhanallah, maha suci Allah atas segala
kebesaran dan keadilan-Nya.
Terlepas
dari cerita ini nyata atau hanya dongeng, saya memaknai 1 hal berharga yang
tersirat didalam sini. Allah SWT maha
adil lagi maha pemurah kepada tiap-tiap hamba-Nya.
Sampai
detik ini, saya masih mengingat jelas 2 cerita diatas. Dan akan selalu saya
ingat.
Mohon
maaf apabila ada salah kata. Saya hanya membagi cerita yang semoga membuat
pembaca mendapat pesan tersirat dalam post yang saya tulis kali ini. Dan semoga
tiap-tiap dari kita untuk tidak pernah lupa mengucap syukur kepada Tuhan Yang
Maha Esa atas rezeki dan limpahan rahmat-Nya.
Closing
statement dari saya:
Tiap-tiap
hal kecil yang kita dapatkan setiap harinya adalah rahmat yang diberikan oleh
Tuhan. Bahkan salah satu dari hal kecil yang sudah sepatutnya kita syukuri tiap
detiknya adalah, kenyataan bahwa kita diberikan oksigen secara gratis,
cuma-cuma, tanpa dipungut biaya, dan menghirupnya dengan bebas sepuas-puasnya.
Dalam hal ini, kenyataan bahwa kita masih hidup dan melihat dunia serta
mendengar berbagai suara disekitar kita.
Thanks for reading,


No comments:
Post a Comment