“awan
mungkin datang, tetapi awan harus pergi
Dan
mereka semua memiliki tepian keperakan
Karena
kita tahu, dibalik setiap awan
Matahari
atau bulan sedang bersinar”
-
Anonim -
Awan telah lama datang
Tetapi awan tak kunjung beranjak
Tidak ada tepian perak
Yang ada hanyalah bulan sedang meringkuk
Sendirian dan terpuruk
Kemudian awan putih menjadi kelabu
Mengatakan bahwa tak ada yang bisa dilakukan
Dan ia kini sendirian
Meratap atas nama kehilangan
Meninggalkan apa yang dikatakan adalah kepedihan
Kepedihannya adalah sebuah goresan dan cabikan
Membuat nelangsa hati setiap yang memandang
Lalu jiwa-jiwa pun mulai bersahutan
Kemana matahari?
-Cahaya Yang Hilang

No comments:
Post a Comment