Janji.
Benih padi sudah lama ditabur. Hasilnya keluar sebagaimana hujan dan panas yang datang. Janji ini sudah terikat dengan kencangnya.
Lapang dada.
Jadi ini, harus jatuh dulu. Atau melihat yang lain terbang dengan sayap barunya. Harus lapang dada.
Ikhlas.
Jangankan iri, protes ataupun kembali mempertanyakan―kenapa begini, kenapa begitu, seharusnya seperti ini, seharusnya seperti itu―adalah pelanggaran terhadap janji sendiri.
Mimpi.
Belum berhenti. Jalan masih panjang. Batu-batu masih bergelimpangan. Mimpi ini, masih dan akan selalu dalam genggaman.
Keringat.
Kerja keras memeras otak. Lari kesana-kemari mencari secuil pengertian dalam teriknya panas matahari. Keringat ini akan mengucur, dan tidak pernah bohong.
Doa.
Yang dipanjatkan kepada-Nya dalam setiap sujud. Air mata yang mengalir dalam tangan yang terangkat. Senandung doa ini tidak akan pernah berhenti.
Pasti.
Jika permintaan itu tidaklah datang juga, itu artinya belum kan? Belum. Bukan sekarang, mungkin nanti. Bukan, bukan mungkin. Tapi pasti. Dalam nama Tuhan Yang Maha Kuasa, pasti nanti, ia datang.

No comments:
Post a Comment