A Morsel of Me

My photo
Someone who talks a lot, yet actually a shy one and might come off as indifferent or even cold at one point. A homebody who likes spending her time binge watching tv series or movies, or reading an emotionally exhausting book, yet always been thrilled with outdoor activities. It's quite contradicting, I know

May 27, 2013

SNMPTN Undangan? Untuk siapa?

Sekitar 4 jam lagi pengumuman SNMPTN Undangan. Rasanya jantung gue berdetak puluhan kali lebih cepat, bersiap keluar dari tempatnya―ga peduli itu kabar buruk atau bahagia nantinya.
Siapa sih yang ga pengen pilihannya di jalur ini bisa lolos? Ga usah neko-neko pilihan pertama deh, satu aja berhasil tembus tuh bahagia tiada kira. Siapa coba yang ga mau masuk perguruan tinggi negeri ternama tanpa harus ribet belajar susah-susah ikut tes ini itu? Menakjubkan yah? Gue juga pengen, pengeeeeeeenn bangettt. Terutama untuk orang tua gue, bisa membuat mereka tersenyum bangga akan 'keajaiban jalur SNMPTN Undangan' bisa-aja-atau-engga gue dapet. Anak mana kan yang ga pengen ngeliat orang tuanya seneng?
Tapi kemudian gue mikir lagi, untuk yg kesekian kalinya pertanyaan ini terlontar dari lubuk hati gue yg terdalam:
Apa iya gue bener-bener pantes mendapatkan suatu hal yang layak disebut prestasi ini?
Dengan kemampuan gue yang cuma rata-rata a.k.a biasa aja ini, apa gue emang pantes?
Berdoa, memohon, meminta sama Allah SWT agar gue bisa diloloskan atas nama demi orang tua, demi membuat orang tua dan keluarga gue bahagia juga bangga. Apa iya alasannya semata-mata cuma karena itu?
Yakin bukan karena rasa egois yang sudah terlanjur teracun oleh kemalasan yang ga sembuh2? Egois karena terlanjur malas untuk belajar lagi, egois karena terlanjur malas untuk memeras otak lagi.
SNMPTN Undangan demi orang tua? Atau hanya demi kata 'malas' yang kemudian berubah jadi rasa egois?
Murnikah doa yang kau persembahkan itu hanya untuk orang tua mu?

Bahkan sampai detik ini pun gue ga bisa jawab semua pertanyaan yang hati gue sendiri lontarkan.
Tapi satu hal, apapun berita yang akan gue dapatkan nanti, itu adalah yang memang sepantasnya. Mental dan hati gue, mau ga mau, siap ga siap, harus siap.
Bohong besar kl gue bilang ga berharap kabar bahagia. Tapi ya apadaya, gue cuma bisa berserah diri, tawakal sama Yang Kuasa. InsyaAllah Dia akan selalu memberikan yang terbaik, sekarang ataupun nanti. InsyaAllah.

No comments:

Post a Comment